February 22, 2024

Viral Tes PCR Disebut Tak Bisa Bedakan COVID-19 Vs Flu, Ini Faktanya

faktaintegritas.id – Viral postingan di media sosial menyalahartikan pengumuman Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) soal penarikan izin testing COVID-19 polymerase chain reaction (PCR). Hoax yang viral menyebut izin penggunaan darurat (EUA) tes COVID-19 PCR dicabut lantaran tak bisa membedakan infeksi COVID-19 dan influenza.

Faktanya, rencana pencabutan izin tes PCR yang dimaksud bukan PCR secara umum dan narasi tidak bisa membedakan infeksi COVID-19 dan influenza keliru. Tes PCR COVID-19 CDC yaitu: CDC RT-PCR for SARS-CoV-2 Testing mulanya dikembangkan untuk mengidentifikasi infeksi virus Corona baru, meskipun di awal peluncuran tes dihadapi beberapa masalah.

Tes PCR mereka mendorong laboratorium untuk mempertimbangkan adopsi metode multipleks yang dapat memfasilitasi deteksi dan diferensiasi virus SARS-CoV-2 dan influenza. Tes multipleks semacam itu, dapat mencari virus Corona baru dan beberapa jenis influenza secara bersamaan, yang menghemat bahan pengujian dan memungkinkan laboratorium kesehatan masyarakat melakukan pengawasan influenza saat menguji SARS-CoV-2, atau virus penyebab COVID-19. Bukan tidak bisa membedakan COVID-19 dan influenza.

Lagi-lagi, CDC tidak mengatakan bahwa mereka tidak lagi mendukung penggunaan tes PCR secara umum, banyak di antaranya telah disetujui oleh FDA. Dipastikan, tes PCR untuk SARS-CoV-2 yang kemudian disebut tidak dapat membedakan antara virus corona COVID-19 dan influenza di medsos adalah hoax.

“Seperti yang kami katakan, pengumuman yang dimaksud berasal dari CDC dan tentang rencana penghentian tesnya sendiri. Hal ini masih digunakan saat ini. FDA tidak mencabut otorisasi penggunaan darurat tes CDC atau mempertanyakan keandalan tes PCR,” jelas juru bicara FDA, Jim McKinney, dikutip dari FactCheck.org.

Para ilmuwan hingga kini menilai tes PCR adalah alat diagnostik yang andal dan spesifik meneliti COVID-19. Situs web FDA mencantumkan banyak tes PCR untuk COVID-19 yang telah dikeluarkan otorisasi penggunaan darurat.

“FDA telah mengizinkan lebih dari 380 tes dan alat pengumpulan sampel untuk mendiagnosis COVID-19, banyak di antaranya adalah tes PCR. Tes PCR umumnya dianggap sebagai ‘gold standard’ untuk diagnosis COVID-19,” lanjut Jim McKinney.

“FDA belum mengeluarkan pernyataan yang mempertanyakan keandalan hasil tes PCR secara umum dan akan terus mempertimbangkan otorisasi untuk tes PCR yang divalidasi,” tambahnya.

Berikut cuitan beberapa hoax yang viral di media sosial.

“Big News-CDC menarik tes PCR dari FDA EUA. Ketidakmampuan untuk membedakan COVID-19 dari Influenza adalah alasan pertama,” cuitan sebuah postingan di Facebook 26 Juli.

“FDA mengumumkan hari ini bahwa tes PCR CDC untuk COVID-19 telah gagal ditinjau secara penuh. Otorisasi Penggunaan Darurat telah Dicabut,” demikian Tweet 23 Juli dari “UK Medical Freedom” yang akhirnya dicabut.

Dua hari kemudian, pada 25 Juli, seorang pemilik gym kontroversial di New Jersey, Ian Smith, juga memposting tweet viral. “FDA mengonfirmasi tes PCR tidak akurat untuk menguji COVID.” Dia menyebut COVID-19 sebagai ‘pandemi buatan’.

Sumber : detik.com

websites https://www.aaaimitation.com/. New https://www.bothglow.com/. 24 Hours Online wannareplica. Under $200 replica watches. over at this website www.montresdecopie.com. Buy now https://www.cheapreplicawatch.net/. More about the author https://fakewatcherolex.net/. Continue replica rolex watches. check this site out best replica watch site 2020. my site https://www.watchesf.com. Discover More https://www.emailwatches.com. More details about webpage: rolex swiss replica. useful source replica breitling. see it here replica patek philipe. 30% off businesstagheuer.com. have a peek at these guys https://www.musicfranckmuller.com/. successful feeling travelhublot. browse this site aaa replica watch. try this site tag heuer replica. click to investigate breitling bentley replica.