Acara yang berlangsung hangat ini menjadi panggung bagi para komika lokal untuk mengekspresikan keresahan mereka lewat balutan humor yang segar namun tetap menjaga etika.
Keseruan Panggung: Dari Reuni Drakula hingga Tragedi Kebakaran Suasana mulai memanas sejak awal saat Linov Piknik naik ke atas panggung sebagai MC sekaligus opener lewat bit unik “reuni drakula”. Estafet tawa dilanjutkan oleh Jullie Christy yang mengulas profesinya sebagai terapis dan guru renang, lengkap dengan sentilan soal banjir. Tak kalah seru, Bang Yassin memukau penonton dengan storytelling tentang nasib sial motornya yang turun mesin.
Kejutan terbesar datang dari Kak Dea, kasir Kedai Inspirasi, yang menunjukkan keberanian luar biasa. Ia menceritakan kisah nyata rumahnya yang kebakaran dengan sudut pandang jenaka, mengubah kengerian menjadi tawa haru yang disambut tepuk tangan riuh pengunjung.
Meski berlangsung meriah, ada sedikit rasa rindu karena empat komika lainnya yaitu Tata Gibrig, Ali Annawawi, Nofirman, dan Firman Triadi berhalangan hadir malam itu. Namun, semangat mereka tetap terasa dan diharapkan akan memberi kejutan di panggung selanjutnya.
Apresiasi Kang Eman: Identitas Komedi yang Berbeda Di penghujung acara, Kang Eman memberikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, malam tersebut adalah pembuktian identitas komedi yang sehat.
“Malam ini full inspirasi, penampilan yang ajaib dan segar. Kita akhirnya bisa membuktikan bahwa stand-up comedy tidak melulu berbahasa vulgar, penuh caci maki, dan kata-kata tak pantas. Identitas kita adalah Stand-up Comedy Inspirasi,” ujar Kang Eman dengan penuh semangat.
Beliau juga memanjatkan doa agar langkah kreatif ini membawa keberkahan. “Insya Allah berbalas kebaikan yang banyak dan rezeki berkah berlimpah. Yuk, kita bikin open mic selanjutnya!” pungkasnya. (Linov)
