JAKARTA TIMUR – Dalam upaya memperkuat peran pemuka agama di tengah dinamika masyarakat modern, Korp Muballigh Ikatan Dai Indonesia (KM IKADI) bersinergi dengan DKM Masjid Nurul Iman menyelenggarakan “Pelatihan Imam & Khotib”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) di Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, ini menjadi ajang peningkatan kompetensi bagi para pendakwah lokal.
Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh 20 peserta. Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Eka Yudianto, menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ritual.
“Masjid harus menjadi pusat peningkatan kapasitas SDM muslim. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga wadah belajar yang memberdayakan umat,” ujar Eka dalam sambutannya.
Materi Komprehensif: Dari Syariat hingga Literasi
Para peserta dibekali tiga materi pilar utama yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya:
-
Fiqih Khutbah: Ust. Nur Kholis, Lc., M.M. mengupas tuntas rukun dan syarat sah khutbah sesuai tuntunan syariat. Ia menekankan pentingnya memenuhi lima rukun khutbah—Hamdalah, Shalawat, Wasiat Taqwa, Ayat Al-Qur’an, dan Doa—agar ibadah Jumat jamaah tetap terjaga keabsahannya.
-
Teknik Penulisan: Ust. Baihaqi Nu’man, SHI., MH., CDAI. memberikan tips praktis agar khutbah menjadi menarik dan sistematis. Ia mendorong khatib untuk memulai materi dengan isu aktual di masyarakat, memperkuatnya dengan dalil, dan menutupnya dengan solusi praktis yang komunikatif.
-
Personal Branding & Literasi: Ust. Fachri Firdaus, MA menyoroti pentingnya kewibawaan seorang khatib. Menariknya, ia menekankan bahwa personal branding bisa diperkuat melalui tulisan. “Menerbitkan buku naskah khutbah adalah langkah strategis untuk membangun otoritas keilmuan sekaligus memperluas jangkauan dakwah melampaui mimbar masjid,” tuturnya.
Apresiasi dan Implementasi Nyata
Panitia pelaksana, Ustad Toto, menyatakan rasa bangganya atas kedisiplinan para peserta. Dari hasil evaluasi praktik, panitia menetapkan tiga peserta terbaik yang menunjukkan performa unggul:
-
Juara 1: Ust. Nurhadi
-
Juara 2: Ust. Abdullah
-
Juara 3: Ust. Dian Permana
Sebagai apresiasi, ketiga peserta terbaik mendapatkan hadiah dari Bidang Sosial KMI dan langsung diberikan jadwal tugas khotib sebagai bentuk implementasi langsung dari hasil pelatihan.
Harapan Standarisasi se-Jakarta Timur
Ustad Toto berharap langkah ini menjadi pemantik bagi masjid-masjid lain di wilayah Jakarta Timur untuk melakukan hal serupa. Tujuannya adalah tercapainya standarisasi kualitas Imam dan Khatib demi kemaslahatan umat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dakwah di Jakarta Timur.
(Linov/Red)
