JAKARTA TIMUR – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan menguatkan peran pemuka agama di tengah masyarakat, Korp Muballigh Ikatan Dai Indonesia (KM IKADI) bekerja sama dengan DKM Masjid Nurul Iman menyelenggarakan “Pelatihan Imam & Khotib” pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara yang berlangsung khidmat di Kelurahan Bambu Apus, Cipayung ini menghadirkan para pakar di bidangnya untuk membekali para peserta dengan kemampuan teknis dan manajerial.

Materi Komprehensif dari Para Ahli

Pelatihan ini fokus pada tiga pilar utama yang sangat krusial bagi seorang pendakwah di masjid:

  1. Tata Cara Khutbah Jumat: Disampaikan oleh Ust. Nur Kholis, Lc., M.M., materi ini mengupas tuntas rukun dan syarat sah khutbah agar sesuai dengan tuntunan syariat.

  2. Personal Branding Seorang Imam & Khatib: Ust. Fachri Firdaus, MA menekankan pentingnya penampilan, adab, dan pembawaan diri yang berwibawa bagi seorang pemimpin salat dan khotib.

  3. Teknik Penulisan Teks Khutbah yang Menarik dan Sistematis: Dipaparkan oleh Ust. Baihaqi Nu’man, SHI., MH., CDAI., yang memberikan tips praktis agar pesan khutbah mudah dicerna dan relevan dengan kondisi umat saat ini.

Apresiasi dan Peserta Terbaik

Ustad Toto, selaku panitia pelaksana kegiatan, menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme para peserta. “Alhamdulillah, dari 20 peserta yang mendaftar, semuanya hadir mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dalam memperbaiki kualitas ibadah dan dakwah kita,” ujarnya.

Di akhir sesi, panitia menetapkan tiga peserta terbaik yang menunjukkan performa unggul selama praktik dan evaluasi, mereka mendapatkan hadiah dari Bidang Sosial KMI dan juga mendapatkan Jadual Khotib langsung, mereka adalah :

  • Juara 1: Ust. Nurhadi

  • Juara 2: Ust. Abdullah

  • Juara 3: Ust. Dian Permana

Harapan Kedepan

Ustad Toto berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Beliau mendorong masjid-masjid lain untuk bergerak menyelenggarakan pelatihan serupa demi standardisasi kualitas Imam dan Khotib di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Eka Yudianto menyampaikan apresiasinya dan menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat peningkatan kapasitas SDM muslim, tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga tempat belajar yang memberdayakan umat.

Acara ditutup sesi foto bersama, menandai komitmen bersama untuk menyempurnakan khutbah dan imamah demi kemaslahatan umat. (Linov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *