Kota Bekasi – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Kota Bekasi. Dalam salah satu sesi diisi oleh Priyalinov atau yang akrab disapa Kak Linov menyampaikan stand up tausyiah di hadapan siswi dengan gaya yang ringan, komunikatif, namun sarat makna spiritual.
Dengan tema besar “Pola Pertolongan Allah: Sabar, Sholat, dan Tawakal”, Kak Linov mengajak para peserta untuk menyelami Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan hidup.
Menggali Derajat Tinggi Lewat Ilmu
Materi diawali dengan tadabbur QS Al-Mujadillah tentang bagaimana Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Dari ayat tersebut, para siswi diajak menyadari bahwa menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi jalan menuju kemuliaan di sisi Allah.
Suasana semakin hidup ketika Kak Linov melanjutkan dengan tadabbur QS Al-Baqarah ayat 207. Ayat ini dibawakan dengan penuh penghayatan hingga membangkitkan semangat para peserta. Rasa lelah dan kantuk yang sempat terasa sejak pagi seakan sirna, berganti dengan energi baru untuk lebih mendekat kepada Allah.
Tak berhenti di situ, pembahasan berlanjut ke QS Ar-Rum ayat 5 yang dikaitkan dengan QS Al-Baqarah ayat 45, tentang pertolongan Allah yang datang melalui kesabaran dan sholat. Pesan ini menjadi jembatan menuju inti pembahasan: bagaimana menjadikan sholat sebagai penolong sejati dalam kehidupan.
Sholat Sebagai Penolong: Dari Kisah hingga Praktik
Memasuki sesi sholat, Kak Linov membawakan sebuah kisah tentang sahabat Nabi yang bertanya mengenai cara meraih sholat yang khusyuk. Dengan teknik story telling yang kuat, ia berhasil “menghipnotis” para peserta. Kelas berubah hening. Banyak siswi yang tampak terharu, merasakan kerinduan mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Kak Linov menegaskan bahwa sholat bukan sekadar gerakan dan bacaan, melainkan dialog hati dengan Allah. Untuk itu, peserta diajak langsung mempraktikkan sholat bersama sesuai tuntunan Rasulullah, memperbaiki bacaan, gerakan, hingga penghayatan maknanya agar lebih mudah meraih kekhusyukan.
Kesan Mendalam dari Para Peserta
Kegiatan ini meninggalkan kesan kuat bagi para siswi.
🌿 Shalfa Al Zahra (XI IPA 4)
Shalfa mengungkapkan bahwa materi tentang sholat bukan sekadar teknis rukun dan bacaan.
“Bagi saya, mempelajari materi tentang sholat bukan sekadar menghafal bacaan atau memahami rukun-rukunnya secara teknis. Ada pesan spiritual yang jauh lebih kuat yang tersampaikan, yaitu pengingat akan kematian. Setiap gerakan dalam sholat menjadi pengingat bahwa hidup ini memiliki batas, dan pada akhirnya, hanya amal ibadah terutama sholat yang akan menemani kita.”
Menurutnya, bagian yang paling membekas adalah praktek sholat bersama, karena di sanalah ia benar-benar merasakan makna ibadah sebagai jembatan antara dunia dan akhirat.
🌸 Nadia Zulfa Laila (XI IPS 1)
Nadia juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Bagi saya, sangat berterima kasih sekali, pertama-tama terhadap SMAN 1 Bekasi yang telah merangkai kegiatan smartren ini, terutama salah satu kegiatannya seperti hari ini, mendengarkan ceramah mengenai sholat. Dari materi yang diberikan tadi, membuat saya jadi lebih open minded tentang betapa nikmatnya kesempurnaan dalam shalat.”
Ia menambahkan bahwa nasihat tentang tawakal dan ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan membuktikan bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini telah tertulis dalam Al-Qur’an.
Bagian yang paling berkesan baginya adalah makna bacaan sholat, khususnya doa duduk di antara dua sujud yang memiliki arti sangat mulia dan mendalam.
Menumbuhkan Generasi yang Tangguh dan Spiritual
Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Kota Bekasi bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum pembentukan karakter. Melalui pendekatan sabar, sholat, dan tawakal, Kak Linov berhasil menyentuh sisi intelektual sekaligus spiritual para siswi.
Dari aula sekolah, lahir semangat baru: bahwa pertolongan Allah itu nyata, selama hamba-Nya mau bersabar, menjaga sholat, dan bertawakal sepenuhnya kepada-Nya.
