Di tengah proses pembangunan tersebut, sosok tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sangat dinantikan kehadirannya oleh warga untuk melihat langsung hasil keringat dan gotong royong masyarakat setempat.

Inisiatif Warga di Tengah Kebuntuan Bantuan

Pembangunan jembatan ini merupakan kebutuhan mendesak pasca normalisasi kali dan jalan di pinggir sungai. Meski sangat dibutuhkan sebagai akses utama antar-RW, permohonan bantuan kepada pemerintah daerah terasa buntu.

“Bantuan itu tak kunjung datang, permohonan kami seolah tidak sampai ke atas. Akhirnya, warga kompak menghimpun dana mandiri. Kami ingin membuktikan bahwa dengan keguyuban, hal yang mustahil bisa terwujud,” ujar Haryono, tokoh masyarakat setempat.

Progres Pembangunan: Pondasi Mulai Digarap

Saat ini, proyek Jembatan Baboyan sudah memasuki tahap pengerjaan pondasi. Gambar teknis telah disiapkan secara profesional oleh warga yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.

Kesibukan di lokasi proyek paling terlihat pada hari Sabtu dan Minggu. Warga dari berbagai latar belakang profesi turun tangan langsung, memastikan setiap rupiah yang dikumpulkan dari swadaya masyarakat terwujud menjadi bangunan yang kokoh.

Harapan pada Sosok KDM

Haryono menambahkan bahwa kehadiran KDM di Jalan Bumi Bahagia sangat diharapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat warga. Warga merasa nilai-nilai keguyuban yang mereka praktikkan sejalan dengan semangat “Lembur Pakuan” yang sering digaungkan oleh KDM.

“Kami menunggu Bapak (KDM) hadir di sini. Di lingkungan kami banyak orang-orang hebat yang siap menyelesaikan jembatan ini. Mohon doanya agar semua rencana ini bisa terwujud demi manfaat orang banyak,” harap Haryono.

Jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa kekuatan rakyat Bekasi sanggup menjawab tantangan pembangunan secara mandiri. (Linov)