KOTA BEKASI – Anggota MPR/DPR RI Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, kembali menekankan pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah derasnya arus informasi. Hal ini disampaikan dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar bersama tokoh masyarakat dan Forum Komunikasi Rukun Warga (RW) se-Bekasi Utara, Sabtu (14/03/2026).
Bertempat di Ruang Serbaguna DPD PKS Kota Bekasi, acara yang berlangsung hingga waktu berbuka puasa ini menjadi ajang penguatan komitmen kebangsaan bagi para pemimpin lokal di Kota Patriot.
4 Pilar: Bukan Sekadar Teori, Tapi Landasan Hidup
Mahfudz menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti pada tataran normatif atau sekadar hafalan. Sebagai ujung tombak di lingkungan masyarakat, para pengurus RW dan tokoh masyarakat diharapkan menjadi teladan nyata.
“Empat Pilar harus benar-benar dijadikan landasan hidup yang dipahami dan direalisasikan. Di era digital yang serba instan ini, kita harus memperkuat nilai kebangsaan agar tidak hanyut oleh derasnya teknologi,” ujar legislator dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Bekasi & Kota Depok) tersebut.
Membentengi Diri dari Hoaks dan Bahaya AI
Politisi yang dikenal bersahaja ini menyoroti tantangan disintegrasi bangsa yang kini berpindah ke dunia maya. Mahfudz mengingatkan bahwa teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), memiliki sisi gelap jika digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau hoaks.
Beberapa poin penting yang ditekankan Mahfudz terkait tantangan digital antara lain:
Filter Informasi: Menggunakan etika dan moralitas Pancasila dalam menyaring berita.
Waspada AI: Membedakan mana yang fakta (haq) dan mana yang rekayasa (hoax).
Ketahanan Keluarga: Pemahaman yang baik akan menjaga keluarga dan lingkungan dari dampak negatif teknologi.
“Semuanya harus kita kendalikan dengan tepat agar tidak menjadi alat disintegrasi bangsa,” tegasnya.
Antusiasme Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Pak Tukimin, salah satu tokoh dari Kaliabang Tengah, menyatakan bahwa materi ini sangat relevan untuk dibagikan kembali kepada warga di lingkungannya.
“Acara ini sangat bagus bagi kami para tokoh lingkungan. Kami jadi lebih memahami dasar kehidupan bernegara dan berharap sosialisasi seperti ini terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Tukimin.
Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan sesi diskusi dan buka puasa bersama, mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya.(linov)
