BEKASI

Faktaintegritas.id : Perguruan Tinggi merupakan lembaga ilmiah yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah komponen pengabdian kepada masyarakat (PKM). Universitas pertiwi (UNPERTI) sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Kota Bekasi komit melaksanakan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah program PKM yang dilaksanakan oleh Yudi Kristanto sebagai dosen tetap UNPERTI yang melaksanakan program PKM di Al Ma’had Boarding School Bekasi dengan tema Peningkatan Tata Kelola Manajerial Sumber Daya Pendidikan Rangka Peningkatan Efektifitas, Efisiensi, dan Mutu Pendidikan Al Ma’had Boarding School Selasa 11 Juni 2023.

Melalui program PKM nya Yudi menyampaikan kepada awak media Faktaintegritas.id “bahwa kampus harus terus berkontribusi memberikan yang terbaik untuk masyarakat salah satu nya adalah pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi dunia akademisi untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar berguna bagi masyarakat dan lingkungan” ungkap Yudi.

dan dalam kesempatan ini, Yudi memberikan paparan tentang  Peningkatan Tata Kelola Manajerial Sumber Daya Pendidikan Rangka Peningkatan Efektifitas, Efisiensi, dan Mutu Pendidikan Al Ma’had Boarding School.

“Pentingnya tata kelola manajerial di Al Ma’had Boarding School, mengingat sekolah ini salah satu lembaga pendidikan islam terkemuka dan modern di kota bekasi yang mendapat predikat unggul (A) dalam akreditasi BAN SM tetapi dalam perjalanan waktunya menemui beberapa persoalan manajerial sesuai dengan temuan masalah yang terjad” Imbuhnya.

Pada saat pelaksanaan OKM selama 2 hari di lokasi ponpes al ma’had Yudi telah melaksanakan observasi dan wawancara dengan pihak terkait yang melaksanakan operasional pendidikan baik penyelenggara (yayasan) maupun pengelola (manajemen) yang dalam hal ini diwakili oleh Dewan Pendidikan dan Pengajaran Formal (DPPF), setelah proses observasi dan wawancara mendalam sebagai metode penelitian Yudi menggali beberapa temuan serta langsung memberikan solusi setelah memaparkan teori tentang peningkatan manajerial tata kelola pendidikan di al mahad.

Berikut ini kami sajikan rangkuman paparan kegiatannya tersebut.

Adapun permasalahan dan solusi yang diwarkan Yudi sebagai produk dari PKM adalah sebagai berikut :
A. Komponen : Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
Permasalahan yang terjadi :
1. Kurangnya SDM yang mengetahui tentang Kurikulum
2. Adanya ketidaknyambungan antara SDM, Guru dengan Pembelajaran terutama dibidang Diniyyah / Mata pelajaran Ilmu Syar’i
3. Kejelasan tentang Kurikulum Pondok Pesantren yang Mengacu pada sistem OS3 yang masih kurang difahami oleh masyarakat, bahkan ada beberapa yang kurang menerima.
4. Kurikulum Sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013 revisi 2018

Solusi yang sudah ditempuh :
1. Mapel Ilmu Syar’i yang berbahasa arab harus diajarkan oleh Guru yang linear dgn Bahasa pengantar berbahasa arab tidak menggunakan bahasa indonesia
2. Masih mendalami serta mengevaluasi Juknis/sistem OS3 sebagai Acuan Kurikulum Pondok Pesantren, agar dapat diterima dan difahami oleh masyarakat
3. Untuk kurikulum sekolah masih menggunakan kurikulum 2013

Rekomendasi Solusi :
1. Sosialisasi dan Pengembangan serta Evaluasi Kembali Sistem OS3 sebagai landasan Kurikulum Pondoknya secara Musyawarah untuk Pengukuhan Kurikulum dengan di sah kan pada Berita acara,
2. Kurikulum sekolah akan berusaha mendalami kurikulum merdeka yang akan diadaptasikan dengan kurikulum pondok pesantren

B. Komponen : Manajemen SDM Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Permasalahan yang terjadi :
1. Kurang lengkapnya posisi SDM yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat lembaga /Sekolah
2. Berbedanya sistem Mukafaah dengan pada umumnya sehingga mengakibatkan Kurangnya dedikasi, rasa memiliki atau tanggung jawab SDM terhadap Tupoksinya sehingga setiap tahunnya terjadi pergantian / keluar masuknya SDM

Solusi yang sudah ditempuh :
Sudah bermusyawarah dengan pimpinan

Rekomendasi Solusi :
1. Harus ada Evaluasi dan perbaikan Sistem SDM
2. Harus ada mekanisme recruitmen yang baku dan sesuai starndar BSNP dan standar lembaga
3. Harus ada penilaian kinerja SDM dan reward an punishmen terhadap penilaian kienrja tersebut

C. Komponen : Manajemen Keuangan Pendidikan
Permasalahan yang terjadi :
Manajemen Keuangan seluruhnya di Handle oleh Yayasan

Solusi yang sudah ditempuh :
Belum ada solusi untuk mengubah sistem pengelolaan keuangan

Rekomendasi Solusi :
1. Perlu adanya empowerment (pemberdayaan) berupa trust (kepercayaan) pada bendahara/bagian keuangan yang melaksanakan operasional satuan pendidikan (SD,SMP,SMA) tanpa campur tangan yayasan agar lebih professional dalam melaksanakan arus kelaur masuk uang, yayasan tinggal menerima laporan keuangan dari bagian keuangan agar transparan dan akuntable
2. Perlu adanya consensus (sepekatana) antara yayasan dengan pengelola agar dapat menyepakati aturan system pelaporan keuangan serta bagi hasil prosentase dari hasil proses operasional pendidikan Al Ma’had

D. Komponen : Manajemen Kesiswaan/Pengasuhan
Permasalahan yang terjadi :
1. Yang menjadi pengasuhan bukanlah Alumni Al Ma’had sehingga tidak mengetahui sistem pengasuhan Khusus Al Ma’had
2. SDM MPS belum mengerti sistem pengasuhan Al Ma’had

Solusi yang sudah ditempuh :
Mengangkat Penanggung Jawab / Koordinator MPS (Majelis Pengasuhan Santri) hanya dari Alumni Al Ma’had

Rekomendasi Solusi :
1. MPS Lebih difokuskan dalam Pembentukan Karakter Santri dengan pembiasaan Santri
2. Perlu diselenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) dalam rangka membentuk jiwa kepemimpinan santri
3. Perlu dibuat SOP system pengasuhan serta tata tertib yang baku untuk seluruh santri

E. Komponen : Manajemen Sarana dan Prasarana
Permasalahan yang terjadi :
1. Kurang lengkapnya pada Jenis Sarana yang lebih inti, sarana olahraga, kelengkapan alat pembelajaran, Laboratorium, UKS yang masih belum memenuhi standar
2. Sarana dan Prasarana di Al Ma’had adalah Support Team,

Solusi yang sudah ditempuh :
Perbaikan masih berjalan

Rekomendasi Solusi :
1. Lebih mengutamakan / mendahului sarana dan prasarana yang memiliki nilai jual terhadap walisantri dan calon santri yang berkaitan dengan sekolah dan pondok pesantren disesuaikan dengan kebutuhan santri guna kenyamanan berada dilingkungan pondok
2. Perlu peningkatan pengadaan sarana lapangan olahraga sesuai sunnah (panahan dan berkuda) dan olahraga umum untuk kebigaran santri dan menambah nilai jual lembaga
3. Perlu sarana laboraturium leadership sebagai jargon lembaga pendidikan
4. Perlu disediakan ruang menginap tamu untuk walisantri / jama’ah / stakeholder / asesor / konselor dari luar kota yang menginap

F. Komponen : Manajemen Pemasaran Pendidikan
Permasalahan yang terjadi :
1. Terkendala dengan telah difitnah atau dijatuhkannya Al Ma’had oleh orang-orang yang telah keluar dari Al Ma’had baik dari guru maupun walisantri hingga permasalahan telah sampai kepada instansi instansi terkait dalam hal ini Diknas dan Hukum

Solusi yang sudah ditempuh :
1. Memberikan Reward bagi guru yang bisa membawa santri
2. Terus bertabayun dengan seluruh guru dan walisantri yang ada serta masyarakat

Rekomendasi Solusi :
1. Perlu penerapan marketing mix dalam proses pemasaran agar lebih optimal dalam memperoleh jumlah santri/siswa
2. Perlu diadakan riset marketing berupa survey kepuasan pelanggan melalui kuisioner agar dapat mengetahui ekpektasi pelanggan terhadap lembaga pendidikan al ma’had agar dapat mempertahankan pelanggan/santri untuk lanjut pada tingkat satuan pendidikan di Al Ma’had
3. Perlu diadakan pooling terkait kategori unggul yang diharapkan pelanggan dalam rangka meningkaptkan kepercayaan dan peran serta public terhadap promosi lembaga pendidikan Al Ma’had
4. Perlu ditingkatkan terus proses promos via media social untuk lebih meningkatan trend peningkatan jumlah siswa
5. Perlu dibentuk dan dioptimalkan peran Forum Silaturahmi Orangtua Santri dan Pesantren (Fostren) untuk berperan aktif/terlibat dalam proses pemasaran lemabaga pendidikan Al Ma’had

G. Komponen : Manajemen Mutu Pendidikan
Permasalahan yang terjadi :
Dalam beberapa tahun ke belakang management Administrasi tidak berjalan

Solusi yang sudah ditempuh :
Sedang Memperbaiki Management administrasi dari beberapa tahun kebelakang

Rekomendasi Solusi :
1. Perlu dibentuk manajemen mutu berupa Audit Mutu Internal atau Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk menjamin setiap proses layanan pendidikan berjalan sesuai standar nasional pendidikan dan standar lembaga Al Ma’had dalam rangka meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan
2. Perlu dilakukan evaluasi berupa kajian riset manajemen mutu terpadu (TQM) dalam rangka meningaktkan mutu proses dan hasil pendidikan

H. Komponen : Manajemen Strategi
Permasalahan yang terjadi :
Visi lembaga serta tujuan institusi berupa 10 Nilai karakter lembaga Al Ma’had belum difahami publik dan belum terealisasi dalam tatara konkret

Solusi yang sudah ditempuh :
Sudah disampaikan sosialisasi terkait visi misi dan program serta 10 nilai karakter Al Ma’had

Rekomendasi Solusi :
1. Perlu dikembangkan kembali (update) visi yang lebih operasional dan terukur dalam dalam 5 tahun kedepan apa yang akan dicapai
2. Perlu dilakukan analisis SWOT terkait kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk memudahkan analisis permasalahan serta solusi sesuai permasalahan lembaga Al Ma’had
3. Perlu dibuat rencana strategis (renstra) serta evaluasi terhadap pelaksanaan renstra tersebut
4. Perlu dibuat Standar Operasional Prosedur ynag jelas terhadap semua proses operasional dan layanan pendidikan di lembaga Al Ma’had.

Disela-sela acara penyampaian materi lokakarya Yudi mendapatkan pertanyaan dari beberapa penanya antara lain Rahmawati dan Prima serta penanya lain yang bertanya terkait kriteria sekolah dikatakan bermutu di mata publik, Yudi menjawab bahwa sekolah bermutu itu indikatornya adalah penilaian hasil akreditasi oleh BAN SM apakah mendapat nilai A (Unggul) atau B (Baik) atau C (Cukup) tergantung dari penilaian akreditasi terhadap Standar Nasional Pendidikan yang awalnya 8 komponen mengacu kepada Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2013 menjadi 4 komponen dan juga ukuran mutu itu adalah penilain masyarakat atas tracer study lulusannya serta karakter yang dihasilkan dari lulusan lembaga pendidikan tersebut, kemuadian Yudi mejawab atas pertanyaan peserta lokakarya yang bertanya terkait metode untuk mempertahankan nilai-nilai karakter pendidikan sebagao realisasi mutu Yudi menjawab bahwa lembaga pendidikan harus istiqomah/konsisten/reliable dalam metetakan dasar2 pendidikan karakter dengan menjadi uswah hasanah/teladan (model) yang baik dalam akhlak/attitude/karakter dan hasil pendidikan itu merupakan program jangka panjang, belum tentu hasil pendidikan itu sekarang dibentuk besoknya jadi tetapi melalui suatu proses, demikian dosen tetap Unperti sebagai kandidat doktor Manjemen Pendidikan dr UNY itu menjawab semua pertanyaan peserta lokakarya dengan komprehensif.

Sebagai konklusi (kesimpulan) Yudi memaparkan  “Mutu Hasil Pendidikan akan sangat tergantung dari mutu proses Pelaksanaan manajerial tata kelola pendidikannya, artinya adalah bahwa mutu proses akan berbanding lurus dg mutu hasil, semakin baik tata kelola manajerial komponen pendidikan maka in syaa Allah mutu hasil pun akan optimal, singkatnya proses tidak akan mengkhianati hasil serta melalui mutu proses manajerial yang optimal maka akan mudah dicapai visi lembaga” Pungkas pria yang akrab disapa kang Yudi (5Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *